Webinar Series 2 FT: Strategi Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi

Fakultas Teknik kembali menggelar seminar online pada hari Kamis, 30 Juli 2020. Kali ini mengusung tema “Strategi Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi”. Kegiatan ini dilaksanakan melalui platform Zoom dan disiarkan secara langsung pada YouTube. Siaran langsung tersebut dapat ditonton pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=TDqOfLZwfnE.

Webinar Series 2 FT UNJ merupakan kelanjutan dari Webinar sebelumnya. Pada pagi ini, webinar diikuti oleh 229 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, guru, peneliti, widyaiswara, PNS, wiraswasta yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia, sekolah di lingkungan Jabodetabek, institusi pemerintahan, dan perusahaan swasta. Jumlah ini lebih banyak dari peserta pada webinar sebelumnya.

Seminar pagi ini dipandu oleh Vania Zulfa, M.Pd selaku MC. Sambutan diberikan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, Dr. Uswatun Hasanah, M.Si sekaligus membuka kegiatan secara resmi. “Tujuan diadakannya webinar series 2 ini untuk memfasilitasi peserta dalam menulis artikel dan mempublikasikannya di jurnal internasional bereputasi. Tuntutan sebagai dosen maupun guru semakin tinggi, mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Mau tidak mau, kita semua harus mengikuti aturan yang diberikan dari instansi masing-masing. Para narasumber diharapkan dapat memberikan semua ilmunya pada hari ini, agar peserta dapat mengikuti jejak-jejak narasumber dalam memiliki publikasi di berbagai jurnal bereputasi,” jelas Dr. Uswatun Hasanah, M,Si pada sambutannya.

Setelah kegiatan dibuka secara resmi, MC memperkenalkan moderator yang akan memandu kegiatan inti pada pagi hari ini, yaitu Dr. Muhammad Yusro, MT, selaku Dosen FT UNJ. Narasumber pada pagi hari ini adalah Prof. Dr.-Ing. Nandy Putra yang merupakan Guru Besar Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Indonesia dan Dr. Iwan Sugihartono selaku Sekretaris LPPM UNJ.

Prof. Dr.-Ing. Nandy Putra pernah mendapatkan penghargaan sebagai peneliti terbaik UI. Beliau sudah menerbitkan 111 artikel pada jurnal maupun prosiding terindeks Scopus, dengan h-index 18. “Penelitian akan lebih bermanfaat jika dikomunikasikan kepada masyarakat. Maka, sebagai peneliti, tugasnya tidak hanya selesai saat penelitian berakhir, namun juga menginformasikan hasil penelitian tersebut kepada masyarakat luas. Salah satunya melalui publikasi ilmiah,” ujarnya.

“Tulislah artikel berdasarkan hasil penelitian. Selanjutnya pilih jurnal bereputasi yang akan dituju. Jika tidak bisa langsung Q1 dengan h-index yang tinggi, bisa mulai dari jurnal dengan h-index yang sedang. Tidak perlu takut ditolak oleh editor ataupun dikritik oleh reviewer. Jika sempat ditolak, bisa perbaiki sesuai koreksi dari reviewer, kemudian submit lagi di jurnal lain,” tambahnya.

Paparan dilanjutkan oleh Dr. Iwan Sugihartono. Beliau sudah menerbitkan 58 artikel pada jurnal maupun prosiding terindeks Scopus, dengan h-index 11. Pada paparannya, beliau menyampaikan bahwa Scopus merupakan database terbesar yang sudah teruji secara scientific untuk indeksasi jurnal dan prosiding. “Proses penerbitan artikel pada jurnal-jurnal teindeks Scopus biasanya membutuhkan waktu yang cukup panjang. Hal ini dikarenakan harus melalui beberapa proses seperti language checker, plagiarism checker, format checker, dan beberapa review,” ujarnya.

“Ketika memilih jurnal yang akan dituju, peneliti dapat memanfaatkan Scimago Journal Ranks (www.scimagojr.com) atau Journal Finder (https://journalfinder.elsevier.com/) untuk memilih jurnal yang sesuai dengan artikel yang peneliti miliki. Jangan lupa untuk memperhaikan waktu yang dibutuhkan untuk terbit serta cite score dan impact factor dari jurnal tersebut,” tambahnya.

“Ikuti format yang disediakan oleh jurnal yang bersangkutan. Biasanya minimal terdiri dari introduction (+literature review), methods, result and discussion, dan conclusion. Jangan lupa untuk menuliskan acknowledgement jika penelitian tersebut didanai oleh pihak-pihak tertentu,” tambahnya lagi.

Setelah kedua pemateri selesai menyampaikan paparannya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Pada sesi ini, terjadi diskusi antara peserta dan narasumber yang dipandu oleh moderator. Salah satu poin penting yang disampaikan pada diskusi ini adalah bagaimana peneliti menyajikan hasil penelitiannya agar dapat dinyatakan layak terbit di jurnal bereputasi oleh reviewer/editor.

Bagi Bapak/Ibu yang belum berkesempatan menyaksikan pemaparan materi webinar hari ini, dapat menontonnya pada YouTube dengan tautan yang sudah dituliskan di atas. Sampai jumpa pada webinar series selanjutnya. (MO)