BOGOR – Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Organisasi Pemerintahan Mahasiswa (OPMAWA) dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) tahun 2026. Kegiatan strategis tahunan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Mei 2026, bertempat di Camp Hulu Cai, Bogor.

Mengusung tema “Sinkronisasi, Harmonisasi, dan Berdampak”, raker ini dirancang sebagai wadah krusial untuk menyinergikan program kerja (proker) kemahasiswaan dengan visi pimpinan fakultas demi kemajuan mahasiswa dan institusi. Forum ini memfasilitasi pembekalan, diskusi intensif, presentasi proker, pendampingan penyusunan anggaran, hingga penandatanganan kontrak anggaran antara pimpinan organisasi dan Wakil Dekan I FT UNJ.

Selama tiga hari penuh, para pengurus organisasi kampus mendapatkan pembekalan intensif dari tujuh narasumber kompeten. Materi yang dibahas mencakup penguatan sinergi kemahasiswaan, tata kelola keuangan, serta tertib administrasi. Menariknya, mahasiswa juga dibekali materi mengenai peran strategis pemuda dalam mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), hingga strategi taktis membangun jejaring (networking) global melalui organisasi.

Agenda ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi FT UNJ, meliputi Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, dan dosen pembimbing organisasi kemahasiswaan FT UNJ. Adapun jajaran narasumber ahli yang dihadirkan untuk membekali mahasiswa antara lain Dr. Muhammad Yusro, S.Pd., M.T., M.Pd. (sinergi akademik dan organisasi); Abdul Kadir Rahman, S.E. (tata kelola keuangan); Putu Chandra Mahariyasa, A.Md. dan Abdul Malik, M.Pd. (administrasi); serta Imam Arif Rahardjo, S.Pd., M.T. dan Intan Puspa Wangi, S.T., M.T. (materi WBK/WBBM).

Melalui penyelenggaraan raker ini, FT UNJ berkomitmen menyediakan ruang belajar non-formal yang inklusif untuk melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas. Pengintegrasian nilai akademik dan manajerial organisasi dirancang guna memastikan setiap mahasiswa mendapatkan bekal kapabilitas yang mumpuni, transparan, dan akuntabel di luar kurikulum kelas reguler.

Lebih dari sekadar penyusunan agenda internal, penguatan kompetensi adaptif, perluasan jejaring kerja (networking), serta pemahaman mendalam mengenai budaya birokrasi yang bersih menjadi fondasi penting bagi mahasiswa. Keterampilan kepemimpinan (soft skills) dan kemampuan menyelesaikan masalah secara kolektif yang dipupuk selama raker ini diproyeksikan menjadi modal utama para aktivis untuk menjadi tenaga kerja yang kompetitif, unggul, serta mampu membawa dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial di masyarakat saat mereka lulus nanti.