Jakarta, 12 Mei 2026 – Program pengabdian kepada masyarakat yang digagas Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui pemasangan teknologi pengolahan air bersih berbasis Reverse Osmosis (RO) di Masjid Jami Al Mukhlis, Sunter Jaya, Jakarta Utara, menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin keenam, yakni Clean Water (akses air bersih) and Sanitation (sanitasi layak bagi masyarakat). Program ini merupakan kolaborasi antara UNJ, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Menariknya, kegiatan pengabdian ini dipimpin langsung oleh dosen dari Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi (TRO), yakni Rafiuddin Syam selaku ketua pelaksana kegiatan. Keterlibatan dosen TRO menunjukkan bahwa inovasi teknologi otomasi tidak hanya berkembang di laboratorium dan ruang kelas, tetapi juga mampu diimplementasikan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui skema pengabdian masyarakat berbasis teknologi yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek, tim pengabdian berhasil menghadirkan unit filtrasi air berkapasitas 6.000 liter per hari. Sistem tersebut memanfaatkan teknologi Reverse Osmosis (RO) yang mampu mengolah air wudhu menjadi air siap minum dengan kualitas sesuai standar kesehatan.

Selain menghadirkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, program ini juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat. Tim pengabdian melibatkan 15 remaja masjid sebagai operator sistem pengolahan air sehingga keberlanjutan program dapat terjaga. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan dampak sosial jangka panjang sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Ketua pelaksana kegiatan program pengabdian tersebut, Rafiuddin Syam, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian terhadap persoalan keterbatasan akses air bersih di wilayah Jakarta Utara. Dengan dukungan teknologi filtrasi modern, masyarakat kini dapat memperoleh akses air minum yang lebih aman, sehat, dan terjangkau.

Keberhasilan dari program yang telah dilaksanakan tersebut mendorong keberlanjutan skema pengabdian ini pada tahun 2026. Rencana lanjutan program mencakup perluasan implementasi ke sejumlah masjid lain di Jakarta, pengembangan sistem berbasis energi surya, serta optimalisasi pemanfaatan air hasil buangan Reverse Osmosis (RO) untuk kebutuhan nonkonsumsi seperti penyiraman tanaman dan air wudhu.

Dalam jangka panjang, Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi (TRO) FT UNJ diharapkan terus menjadi motor penggerak inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui pengabdian berbasis riset dan teknologi, dosen TRO tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memperkuat posisi kampus sebagai pusat solusi atas berbagai persoalan sosial dan lingkungan di masyarakat.  

(Diadaptasi dari timesindonesia.co.id)