JAKARTA – Menanggapi maraknya isu kekerasan seksual yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan dunia akademik, dua lembaga dakwah fakultas di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengambil langkah preventif yang nyata. Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Fakultas Teknik, FSI Al-Biruni, berkolaborasi dengan LDK Fakultas Ilmu Pendidikan, Tarbawi, sukses menggelar program dakwah bersama bertajuk GPS Trendi (Gerakan Perindu Surga Talkshow Keren dan Islami) edisi ketiga. Acara yang menggandeng organisasi SANS (Santai Sore) ini diselenggarakan pada Rabu (13/5/2026) sore di Selasar Lantai 2 SFD Tower A, Kampus UNJ.
Membawa urgensi yang mendalam, talkshow kali ini mengusung tema “Menjaga Kehormatan, Membangun Kampus yang Aman dan Bermartabat”. Agenda ini dirancang khusus sebagai ruang diskusi kritis bagi mahasiswa untuk membedah akar permasalahan moralitas sekaligus mencari solusi konkret atas fenomena krisis martabat manusia yang terjadi di lingkungan sekitar, baik yang melibatkan oknum akademisi, antarmahasiswa, hingga figur publik. Talkshow ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, dan Wakil Dekan II Fakultas Teknik UNJ.

Untuk memberikan edukasi yang komprehensif, penyelenggara menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya. Narasumber pertama, Ustadz Fajar Tri Nugroho—seorang konsultan pendidikan sekaligus Ketua Ikatan Alumni FMIPA UNJ—membedah fenomena ini dari kacamata degradasi moral. Ia menekankan pentingnya penguatan fondasi spiritual dan etika personal sebagai benteng utama pertahanan diri dan penghormatan terhadap sesama manusia.
Sementara itu, dari sisi regulasi dan perlindungan hukum di lingkungan kampus, hadir Kak Fatimah Uswatun Nisa selaku perwakilan dari Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) UNJ. Dalam pemaparannya, ia membagikan edukasi praktis mengenai batasan perilaku, mekanisme pelaporan yang aman, serta bagaimana mahasiswa dapat saling melindungi dan menciptakan ekosistem belajar yang suportif.
Penyelenggaraan kajian kolaboratif ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang bermutu tinggi. Kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian nilai akademis di ruang kelas, tetapi juga dari jaminan keamanan, kenyamanan, dan ruang yang bebas dari segala bentuk diskriminasi maupun ancaman fisik dan psikis bagi seluruh civitas akademika. Melalui sinergi edukasi moral dan penguatan peran Satgas PPK, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif mahasiswa. Dengan lingkungan kampus yang aman dan bermartabat, kesehatan mental serta kesejahteraan sosial mahasiswa dapat terjaga dengan baik. Hal ini menjadi modal krusial bagi generasi muda untuk bertumbuh optimal menjadi pribadi yang berkarakter unggul, berintegritas, dan siap membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat.