Subang – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan terbesar dalam pendidikan anak usia dini adalah bagaimana mengintegrasikan literasi digital tanpa mencabut akar budaya lokal. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di PAUD Al Ikhlas, Kampung Cisaat, Desa Wisata Cisaat, Kabupaten Subang, pada Jumat (22/5).

Mengusung tema “Digitalisasi Literasi Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Pencapaian SDGs Pendidikan Berkelanjutan”, program ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung pada masyarakat. Kegiatan pemberdayaan ini dipimpin oleh Riswano, M.Pd., sebagai Ketua Pelaksana, bersama tim dosen ahli yang terdiri dari Bimo Kuncoro Jati, M.Par., dan Rachmadina Rafika Triani, M.Par. Inisiatif edukatif ini juga melibatkan partisipasi aktif mahasiswa daari Dewa Alfarizi Ananda, Raka Putra Hidayat, Mutiara Az Zahra, Hulul Aini, dan Nadiva Aurelia Azahra, guna memperkuat pembelajaran berbasis praktik lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan lokakarya bagi para guru PAUD mengenai pemanfaatan media pembelajaran digital. Tim UNJ memberikan pendampingan agar teknologi dapat dioptimalkan sebagai sarana yang interaktif dan responsif terhadap nilai-nilai kearifan lokal. Setelah sesi bersama tenaga pendidik, kegiatan dilanjutkan dengan interaksi langsung bersama peserta didik PAUD Al Ikhlas. Mahasiswa dan dosen mengajak anak-anak mengeksplorasi kekayaan budaya Nusantara melalui pendekatan yang sangat menyenangkan, yakni bermain sambil mewarnai motif batik di atas media kanvas.

Aktivitas mewarnai batik ini dirancang khusus agar sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini. Melalui kebebasan memadukan warna pada kanvas, anak-anak tidak hanya dilatih motorik halus dan kreativitasnya, tetapi juga mulai dikenalkan pada identitas budaya bangsa dengan cara yang membahagiakan. Ketua Pelaksana kegiatan, Riswano, M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran institusi pendidikan tinggi di Desa Wisata Cisaat adalah untuk menyelaraskan kemajuan teknologi dengan pelestarian nilai luhur. Ia menekankan bahwa pendidikan anak usia dini harus menjadi fondasi yang kuat, di mana literasi digital dan kecintaan terhadap budaya dapat tumbuh secara berdampingan.

Untuk memastikan keberlanjutan ekosistem pembelajaran yang inovatif tersebut, tim Pengabdian turut menyerahkan sejumlah dukungan sarana prasarana. Bantuan yang diberikan meliputi buku bacaan anak, paket media mewarnai batik, serta instalasi perangkat Smart TV. Perangkat teknologi ini didedikasikan sebagai media pembelajaran audiovisual di dalam kelas, sehingga para guru dapat memproyeksikan materi interaktif yang lebih segar dan menarik bagi anak-anak.

Kepala PAUD Al Ikhlas, Bapak Iyep, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan kontribusi nyata dari civitas akademika UNJ. Ia menuturkan rasa syukurnya karena dukungan fasilitas digital dan metode pembelajaran baru yang dibawa oleh tim UNJ terbukti membuat anak-anak sangat bergembira. Menurutnya, pendekatan inovatif ini memberikan angin segar bagi sistem pembelajaran di sekolah yang ia pimpin.

Lebih dari sekadar program pendampingan, kegiatan ini memiliki substansi yang selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Inisiatif ini berkontribusi langsung pada perwujudan pendidikan berkualitas melalui penciptaan akses belajar yang merata dan bermakna. Selain itu, upaya menjembatani fasilitas teknologi ke perdesaan menjadi langkah konkret dalam mengurangi kesenjangan akses digital. Seluruh rangkaian ini sekaligus mencerminkan kuatnya kemitraan untuk mencapai tujuan antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan daerah, dan masyarakat setempat.

Melalui program ini, Prodi PKK Fakultas Teknik UNJ berharap dapat terus menjalin sinergi yang berkesinambungan. Ke depan, inovasi pembelajaran yang memadukan teknologi interaktif dan seni budaya lokal ini diharapkan dapat menjadi model referensi yang adaptif, inklusif, dan mampu menginspirasi pengembangan pendidikan anak usia dini di berbagai wilayah di Indonesia.