Gambar 1. Foto Bersama Narasumber dan Peserta Workshop

 

[30 Mei 2024, Gedung L FT-UNJ] – Sebagai bagian dari komitmennya untuk mendorong keunggulan akademik dan memfasilitasi publikasi ilmiah, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta antusias menyelenggarakan workshop publikasi artikel ilmiah seri 3 dengan tema “Pendampingan Submit Artikel di Jurnal Terindeks Scopus”. Kegiatan ini merupakan workshop lanjutan yang telah dilakukan sebelumnya sebagi bentuk eksistensi dan dukungan terhadap civitas akademisi di lingkungan Fakultas Teknik, selain itu kegiatan ini merupakan program yang dibuat untuk menhasilkan luaran pada setiap seri nya. Kali ini luaran yang dicapai, setiap peserta telah men-submit artikel ilmiahnya pada Jurnal terindeks Scopus yang dituju sesuai bidang keahlian maupun latar belakang keilmuan.

Dr. Imam Basori, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan 1 FT UNJ, memberikan sambutan dan membuka kegiatan yang memotivasi dan menggarisbawahi pentingnya pengembang diri dan karier dosen sebagai peneliti dan pencapaian publikasi ilmiah. Beliau menekankan workshop ini bertujuan untuk memberikan panduan dan dukungan yang berharga bagi para peneliti dan akademisi yang ingin menavigasi proses rumit dalam mengirimkan karya mereka ke jurnal terindeks SCOPUS yang bergengsi. Dengan semakin pentingnya penerbitan di jurnal akademik bereputasi, workshop ini berfungsi sebagai sumber daya penting bagi dosen yang ingin meningkatkan dampak keilmuannya. Beliau menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan semangat seluruh dosen di lingkungan FT UNJ untuk menulis pada jurnal terindeks Scopus.

Workshop seri 3 dilaksanakan terdiri dari dua sesi kegiatan, sesi pertama dilakukan penguatan materi yang diberikan oleh Narasumber Prof. Dr. Setia Budi, M.Sc. dengan topik “Substansi Dan Mekanisme Submit Artikel Di Jurnal Terindeks Scopus”. Scopus adalah portal rujukan yang menampilkan berbagai penelitian bergengsi dari akademisi di seluruh dunia. Setiap jurnal terindeks Scopus melewati fase atau tahapan kurasi yang cukup ketat. Dengan mengikuti workshop, Dosen dapat mengetahui proses submit jurnal Scopus, hal ini penting untuk memperhatikan setiap tahapan dengan cermat dan teliti. Pendampingan submit dapat membantu dosen dalam memenuhi semua persyaratan dan penyiapan semua dokumen dengan lengkap sehingga memperbesar peluang diterima Jurnal Scopus.

 

Gambar 2. Penyerahan Sertifikat pada Narasumber dan Kegiatan Sesi 1

 

Berikut yang paparan materi dan pengalaman yang disampaikan Bapaj Prof. Dr. Setia Budi, M.Sc. dalam Strategi untuk dapat lolos scopus :

  • Melakukan publikasi ilmiah fokus utama tidak boleh hanya dimiotivasi oleh kepangkatan, tetapi motivasinya adalah memiliki kontribusi ilmiah bagi perkembangan ilmu. Akademisi harus melaksanakan riset, bukan hanya mengajar untuk dapat mengembangkan keilmuaan. Karena teori-teori dasar dimulai dari jejak riset yang berkesinambungan dari seluruh penjuru dunia dari artikel-artikel ilmiah, dan itulah tugas dari seorang akademisi. Dan hal tersebut harus dilakukan secara
  • Artikel yang kita buat harus ‘seksi’, up to date, dan memiliki novelty ujar Prof. Setia Budi. Yang dimaksudkan kita harus mampu memahami dan menjelaskan maksudnya, mampu menjelaskan mekanisme yang terjadi, kekurangan dari penelitian-penelitian sebelumnya, kebaruan yang kita teliti, dan mampu membuktikan dan meyakinkan terkait penelitian, dan gunakan referensi secara global, representatif serta komprehensif. Artikel tersebut kemungkinan besar disitasi, dan mampu menaikkan impact factor
  • Memilih jurnal yang berkualitas, salah satunya terkait impact factor tetapi juga durasi pengambilan Keputusan. Pengambilan Keputusan tersebut dapat ditolak apabila dirasa tidak layak, diterima apabila dirasa layak oleh editor, atau membutuhkan perbaikan apabila ada hal yang menarik di artikel tersebut. Keputusan ditolak atau atau tidak dapat dilihat rata-rata review artikel yang diinformasikan di jurnal tersebut. Apabila melebih waktu tersebut, maka sebaiknya di tarik baru setelah itu di submit di jurnal lain yang berkualitas.
  • Apabila menghadapi reviewer kita tidak bisa mengikuti saja tapi harus mampu mempertahankan artikel yang kita buat dengan alasan-alasan yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan hingga tak terbantahkan lagi oleh reviewer.
  • Untuk lolos scopus tidak harus berbayar, karena jurnal yang berkualitas tidak selalu berbayar, biasanya itu menjadi optional karena open access, karena jurnal mendapatkan dana yang besar sebenarnya dari langganan jurnal bukan dari pembayaran submit artikel.

Pada sesi 1, dilakukan diskusi dan tanya jawab. Para peserta antusias dan aktif dengan berbagai pertanyaan dan sharing kendala yang dihadapi selama proses publikasi pada jurnal.

Gambar 3. Penyerahan Sertifikat pada Fasilitator dan Kegiatan Sesi 2

 

Selanjutnya dilakukan kegiatan sesi kedua sebagai bentuk kelanjutan pendampingan submit artikel di Jurnal Terindeks Scopus oleh Fasilitator yang telah memiliki banyak pegalaman tembus scopus yakni Ibu Prof. Dr. Neneng Siti Silfi Ambarwati, S.Si, Apt., M.Si dan Bapak Dr. Ferry Budhi Susetyo, S.T., M.T. pada kegiatan ini para peserta didampingi untuk (1) Memahami Kriteria Pengindeksan SCOPUS: Peserta mendapatkan wawasan tentang kriteria khusus yang digunakan oleh SCOPUS untuk mengindeks jurnal, memastikan bahwa naskah yang mereka kirimkan memenuhi standar yang diperlukan. (2) Mengoptimalkan Kualitas Naskah: Panduan ahli diberikan untuk meningkatkan kualitas manuskrip penelitian, termasuk memformat, dan menyajikan temuan secara efektif. (3) Menavigasi Proses Pengajuan: Peserta mempelajari strategi praktis untuk menavigasi proses pengajuan, mulai dari memilih jurnal yang sesuai hingga menyiapkan surat lamaran yang menarik dan menanggapi umpan balik dari peninjau. Peserta memiliki kesempatan untuk terlibat dalam sesi tanya jawab interaktif dengan para fasilitator berpengalaman, untuk bertukar wawasan dan pengalaman. Harapan Fakultas Teknik – UNJ dosen dapat terus melakukan pengembangan diri dalam publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal bereputasi sebagai bukti kontribusi akademisi dan memberikan manfaat untuk kemajuan dunia riset.

By IPS