Program Studi
Rekayasa Keselamatan Kebakaran

Sejarah — Rekayasa Keselamatan Kebakaran UNJ
Sejarah Program Studi

Dari Bara,
Menjadi Bakti.

Setiap kobaran api yang melahap Jakarta adalah panggilan. Program Studi Rekayasa Keselamatan Kebakaran lahir dari tekad menjaga nyawa, harta, dan masa depan bangsa — diubah dari ancaman menjadi ilmu, dari amarah api menjadi disiplin pengabdian.

~1.500 kasus kebakaran tercatat setiap tahun di Jakarta saja
Telusuri Sejarah

Api Tak Pernah Menunggu.

Kebakaran melanda tanpa pandang bulu — dari permukiman padat hingga gedung pencakar langit. Namun bangsa ini belum punya cukup ahli untuk melawannya secara ilmiah.

Perumahan mewah, permukiman kumuh, pabrik, hotel, gedung perkantoran, mal, kawasan hutan — kebakaran tidak mengenal batas. Ia membawa kerugian yang menembus lima ranah sekaligus: keselamatan jiwa, harta benda, lingkungan, dunia usaha, dan tatanan sosial.

Sementara itu, upaya sistematis untuk mencegah dan mengendalikannya nyaris tak ada. Masyarakat pun belum banyak mengenal bahaya kebakaran — apalagi cara mencegah dan mengendalikannya.

Di DKI Jakarta saja, tercatat 760 gedung bertingkat yang wajib memiliki manajer keselamatan kebakaran — sementara belum satu pun perguruan tinggi di Indonesia meluluskan sarjana untuk mengisi posisi krusial ini.

Perjalanan Berdirinya Program Studi

Dari satu konsentrasi kecil di tengah Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, hingga menjadi program studi mandiri pertama di Indonesia — inilah rekam jejak api yang tak pernah padam.

2006 Renstra UNJ 2006–2017

Cikal Bakal Gagasan

Fakultas Teknik UNJ mengajukan usulan pembukaan Program Studi S1 Teknik Keselamatan Kebakaran, sejalan dengan Rencana Strategis UNJ — sebagai wujud komitmen menjawab kebutuhan SDM fire safety berbasis ilmu pengetahuan.

2011 Tahun Ajaran 2011/2012

Konsentrasi Pertama Dibuka

Konsentrasi Proteksi Kebakaran dan Teknik Keselamatan resmi dibuka di bawah Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, menerima 40 mahasiswa baru — sebagian di antaranya petugas Dinas Damkar DKI Jakarta.

2012 Rabu, 8 Februari 2012

Laboratorium Diresmikan

Rektor UNJ, Prof. Dr. Bedjo Sujanto, MPd, meresmikan Laboratorium Riset Fire, Material, and Safety Engineering serta Laboratorium Manajemen dan Teknologi Informasi — lengkap dengan high speed camera, video thermal, hingga mesin CNC 5-axis.

2014 Pasca Pencabutan Moratorium

Perjuangan Dimulai

Setelah moratorium pembentukan program studi baru dicabut Kemenristekdikti, UNJ mulai mengajukan pendirian Program Studi Teknik Keselamatan Kebakaran — sekaligus mengusulkan nomenklatur baru karena belum tercatat dalam basis data nasional.

2017 5 September 2017 · SK No. 257/M/KPT/2017

Nomenklatur Resmi Lahir

Menteri Ristekdikti menerbitkan keputusan tentang Nama Program Studi pada Perguruan Tinggi — mencatatkan "Rekayasa Keselamatan Kebakaran (Fire Safety Engineering)" untuk pertama kalinya dalam sejarah pendidikan tinggi Indonesia.

2017 1 Oktober 2017 · SK No. 600/KPT/I/2017

Program Studi Resmi Berdiri

Menteri Ristekdikti menerbitkan izin pembukaan Program Studi Rekayasa Keselamatan Kebakaran Program Sarjana di Universitas Negeri Jakarta — menjadikannya program studi S1 pertama di bidang ini di Indonesia.

Menjaga Bangsa dari Ancaman yang Tak Pernah Padam.

Kami berdiri bukan untuk memadamkan api semata — melainkan untuk mendidik para insinyur yang menjaga jiwa, gedung, industri, dan hutan Indonesia dari kobaran yang mengancam setiap hari. Ini bukan sekadar program studi. Ini bentuk bela negara.