Setiap kobaran api yang melahap Jakarta adalah panggilan. Program Studi Rekayasa Keselamatan Kebakaran lahir dari tekad menjaga nyawa, harta, dan masa depan bangsa — diubah dari ancaman menjadi ilmu, dari amarah api menjadi disiplin pengabdian.
Kebakaran melanda tanpa pandang bulu — dari permukiman padat hingga gedung pencakar langit. Namun bangsa ini belum punya cukup ahli untuk melawannya secara ilmiah.
Perumahan mewah, permukiman kumuh, pabrik, hotel, gedung perkantoran, mal, kawasan hutan — kebakaran tidak mengenal batas. Ia membawa kerugian yang menembus lima ranah sekaligus: keselamatan jiwa, harta benda, lingkungan, dunia usaha, dan tatanan sosial.
Sementara itu, upaya sistematis untuk mencegah dan mengendalikannya nyaris tak ada. Masyarakat pun belum banyak mengenal bahaya kebakaran — apalagi cara mencegah dan mengendalikannya.
Di DKI Jakarta saja, tercatat 760 gedung bertingkat yang wajib memiliki manajer keselamatan kebakaran — sementara belum satu pun perguruan tinggi di Indonesia meluluskan sarjana untuk mengisi posisi krusial ini.
Dari satu konsentrasi kecil di tengah Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, hingga menjadi program studi mandiri pertama di Indonesia — inilah rekam jejak api yang tak pernah padam.
Fakultas Teknik UNJ mengajukan usulan pembukaan Program Studi S1 Teknik Keselamatan Kebakaran, sejalan dengan Rencana Strategis UNJ — sebagai wujud komitmen menjawab kebutuhan SDM fire safety berbasis ilmu pengetahuan.
Konsentrasi Proteksi Kebakaran dan Teknik Keselamatan resmi dibuka di bawah Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, menerima 40 mahasiswa baru — sebagian di antaranya petugas Dinas Damkar DKI Jakarta.
Rektor UNJ, Prof. Dr. Bedjo Sujanto, MPd, meresmikan Laboratorium Riset Fire, Material, and Safety Engineering serta Laboratorium Manajemen dan Teknologi Informasi — lengkap dengan high speed camera, video thermal, hingga mesin CNC 5-axis.
Setelah moratorium pembentukan program studi baru dicabut Kemenristekdikti, UNJ mulai mengajukan pendirian Program Studi Teknik Keselamatan Kebakaran — sekaligus mengusulkan nomenklatur baru karena belum tercatat dalam basis data nasional.
Menteri Ristekdikti menerbitkan keputusan tentang Nama Program Studi pada Perguruan Tinggi — mencatatkan "Rekayasa Keselamatan Kebakaran (Fire Safety Engineering)" untuk pertama kalinya dalam sejarah pendidikan tinggi Indonesia.
Menteri Ristekdikti menerbitkan izin pembukaan Program Studi Rekayasa Keselamatan Kebakaran Program Sarjana di Universitas Negeri Jakarta — menjadikannya program studi S1 pertama di bidang ini di Indonesia.
Kami berdiri bukan untuk memadamkan api semata — melainkan untuk mendidik para insinyur yang menjaga jiwa, gedung, industri, dan hutan Indonesia dari kobaran yang mengancam setiap hari. Ini bukan sekadar program studi. Ini bentuk bela negara.
Gedung SFD Tower A Lt. 4, Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Jalan Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Telp
+62 21 4712137
Email Prodi
fire_safety_eng@unj.ac.id @unj.ac.id